Pemahaman Nilai Dasar ASN
Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Anti Korupsi dan Akuntabilitas
Etika dan Disiplin Kerja
Penggunaan Teknologi dan LMS
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami visi, misi, dan sasaran strategis Bawaslu serta mampu menempatkan peran dan fungsi jabatan PPPK dalam sistem organisasi, termasuk pola hubungan kerja, koordinasi, dan pelaporan. Agenda ini menjadi fondasi awal bagi PPPK untuk bekerja secara profesional, tertib administrasi, dan selaras dengan tujuan strategis organisasi.
Mengaplikasikan nilai ASN BerAKHLAK dalam menghadapi kritik publik berarti menjadikan kritik sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, bukan sebagai ancaman. Berikut penerapannya berdasarkan setiap nilai inti: Berorientasi Pelayanan Mendengarkan kritik dengan terbuka dan sopan. Menindaklanjuti keluhan masyarakat secara cepat dan memberikan solusi yang jelas. Menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Akuntabel Mengakui jika memang terdapat kesalahan atau kekurangan. Memberikan penjelasan yang jujur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melaksanakan perbaikan sesuai prosedur dan melaporkan hasilnya. Kompeten Menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Mempelajari akar permasalahan agar pelayanan semakin baik. Terus mengembangkan kemampuan dalam komunikasi dan pelayanan publik. Harmonis Menanggapi kritik dengan sikap tenang, menghargai pendapat, dan tidak emosional. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat meskipun terdapat perbedaan pandangan. Menghindari konflik yang tidak perlu. Loyal Menjaga nama baik instansi melalui sikap profesional, tanpa menutupi fakta. Mendukung kebijakan yang berlaku sambil tetap menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Tidak memberikan tanggapan yang dapat merugikan organisasi. Adaptif Terbuka terhadap perubahan dan inovasi berdasarkan masukan masyarakat. Memanfaatkan teknologi dan media komunikasi untuk menerima serta merespons kritik secara efektif. Menyesuaikan strategi pelayanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan publik. Kolaboratif Berkoordinasi dengan rekan kerja atau unit terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang dikritik. Melibatkan masyarakat sebagai mitra dalam upaya perbaikan pelayanan. Membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai pihak. Contoh penerapan: Jika masyarakat mengkritik lambatnya pelayanan melalui media sosial, ASN dapat merespons dengan sopan, mengucapkan terima kasih atas masukannya, menjelaskan langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi masalah, berkoordinasi dengan unit terkait, dan memastikan adanya perbaikan sehingga pelayanan menjadi lebih cepat. Kesimpulan: Menghadapi kritik publik sesuai nilai ASN BerAKHLAK berarti menerima kritik secara terbuka, merespons dengan profesional, bertanggung jawab atas pelayanan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagai dasar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik
Mengaplikasikan Core Values ASN BerAKHLAK dalam menghadapi kritik publik berarti menjadikan kritik sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja, bukan sebagai serangan pribadi. ASN harus tetap profesional, menjaga etika komunikasi, dan memberikan respons sesuai kewenangannya. Contohnya, "Dalam menghadapi kritik publik, saya akan menerapkan nilai BerAKHLAK dengan mendengarkan kritik secara sopan (Berorientasi Pelayanan), memberikan penjelasan berdasarkan fakta (Akuntabel), terus meningkatkan kompetensi agar pelayanan semakin baik (Kompeten), menjaga komunikasi yang santun (Harmonis), menjaga nama baik instansi tanpa menutupi fakta (Loyal), menjadikan kritik sebagai bahan perbaikan (Adaptif), serta berkoordinasi dengan unit terkait untuk menyelesaikan permasalahan (Kolaboratif). Dengan demikian, kritik menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu."
Mengaplikasikan nilai ASN BerAKHLAK dalam menghadapi kritik publik dilakukan dengan bersikap berorientasi pelayanan, yaitu dengan menerima kritik sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. ASN juga harus akuntabel dengan memberikan penjelasan yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab sesuai fakta, tanpa bersikap defensif atau emosional. Selain itu, nilai harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif diterapkan dengan tetap menghormati masyarakat yang menyampaikan kritik, menjaga nama baik instansi, serta menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan. Dengan bekerja sama mencari solusi dan terus berinovasi, ASN dapat membangun kepercayaan publik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Contohnya, seorang ASN di Sekretariat Bawaslu Kabupaten menerima kritik dari masyarakat melalui media sosial karena proses permohonan informasi publik dinilai lambat. Dalam menghadapi kritik tersebut, ASN tidak membalas dengan emosi, tetapi menerapkan nilai BerAKHLAK dengan memberikan penjelasan yang sopan, mengecek penyebab keterlambatan, serta segera berkoordinasi dengan unit terkait untuk mempercepat penyelesaian permohonan informasi. Setelah masalah terselesaikan, ASN melakukan evaluasi terhadap alur pelayanan informasi agar lebih cepat dan transparan ke depannya. Sikap ini mencerminkan nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Adaptif, Kolaboratif, dan Harmonis sehingga kritik masyarakat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bawaslu.
Bawaslu PPPK
BAWASLU RI
ORIENTASI PPPK 2026

Yunus S.Pd
Bagaimana caranya mengaplikasinkan nilai ASN berakhlak dalam menghadapi kritik publik